Kamis, 05 November 2009

AYAT LIMA



Ayat Lima ialah ayat-ayat yang diambil dari lima surat dalam al-qur'an.

Ayat Pertama diambil dari surah Al-Baqarah ayat 246.

"Alam tara ilal mala'i mim bani isa'ila mim ba'di mus,iz qalu li nabiyyil lahumub'as lana malikan nuqatil fi sabilillah(i),qala hal 'asaitum in kutiba 'alaikumul qitalu alla tuqatilu, qalu wama lana alla nuqatila fi sabilillahi wa qad ukhrijna min diyarina wa abna ina,falamma kutiba 'alaihimul qitalu tawallau illa qalilam minhum,wallahu 'alimum biz zalimin (a)".

Artinya: "Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa,Yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka:"Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan allah".Nabi mereka manjawab:"Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang".mereka (Menjawab): "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah,padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami (mereka diusir dan anak-anak mereka ditawan).Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka,mereka pun berpaling,kecuali beberapa orang saja di antara mereka.Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim."

Ayat Kedua diambil dari surah Ali-Imran ayat 181.

"Laqal sami'allahu qaulal lazina qalu innallaha faqiruw wa nahnu aqniya'(u),sanaktubu ma qalu wa qatlahumul ambiya'a bi gairi haqq(in), wa naqulu zuqu 'azabal hariq(i)".

Artinya: "Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya".Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar,dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): "Rasakanlah olehmu azab yang membakar."

Ayat Ketiga diambil dari surah An-Nissa ayat 77

"Alam tara ilal lazina qila lahum kuffu aidiyakum wa aqimus salata wa 'atuz zakah(ta),falamma kutiba 'alaihimul qitalu iza fariqum minhum yakhsyaunan nasa ka khasy-yatillahi au asyadda khasy-yah (tan),wa qalu rabbana lima katabta 'alainal qital(a),lau la akhkhartana ila ajalin qarib(in),qul mata'ud dun-ya qalil(un),wal akhiratu khairul limanittaqa, wa la tuzlamuna fatila(n)."

Artinya: "Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka (orang-orang yang menampakan dirinya beriman dan minta izin berperang sebelum ada perintah berperang): "Tahanlah tanganmu (dari berperang),dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!"Setelah diwajibkan kepada mereka berperang,tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh),seperti takutnya kepada allah,bahkan lebih dari itu takutnya.Mereka berkata: "Ya tuhan kami,mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun (artinya pahala turut berperang tidak akan dikurangi sedikitpun)."

Ayat Kempat diambil dari surah Al-maa-Idah ayat 27

"Watlu 'alaihim naba'abnai adama bil haqq(i), iz qarraba qurbanan fa tuqubbila min ahadihim wa lam yutaqabbal minal akhar(i), qala la'aqtulannak(a), qala innama yataqabbalullahu minal muttaqin(a)."

Artinya: "Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putre Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya,ketika keduanya mempersembahkan korban,maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil),Ia berkata (Qabil): Aku pasti membunuhmu!".Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa."

Ayat Kelima diambil dari surah Ar-Ra'du ayat 16

"Qul mar rabbus samawati wal ard(i),qulillah(u),qul afattakhaztum min dunihi auliya'a la yamlikuna li anfusihim naf'aw wa la darra(n),qul hal yastawil a'mal wal basir(u), am hal tastawaz zulumatu wan nur(u),am ja'alu lillahi syuraka'a khalaqu ka khalqihf fa tasyabahal khalqu 'alaihim,qulillahu khaliqu kulli syai'iw wa huwal wahidiul qahhar(u)."

Artinya:" Katakanlah:"Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya: "Allah".Katakanlah "Maka patutkah kamu mangambil pelindung-pelindungmu dari selain allah,padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudaratan bagi dari mereka sendiri?". Katakanlah: "Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat,atau samakah gelap gulita dan terang benerang;apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?" Katakanlah: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tihan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa".

Ayat LIma mengandung rahasia dan hasiat yang besar sekali artinya,diantaranya:

1. Ibnu Mas'ud meriwayatkan,bahwa Rasulullah saw selalu membaca ayat lima ini,baik beliau sedang berada dalam negeri atau sedang dalam perjalana dan dalam peperangan.Dalam peperanga beliau selalu dapat mengalahkan orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan selalu mendapat pertolongana allah.

2. Sayyidah'Aisyah meriwayatkan bahwa Rasullah saw menerangkan bahwa bila ayat lima dituliskan didalam bejana ,kemudian diisi dengan air dan airnya diminum pada hari jum'at ,maka allah akan menyembuhkan penyakitnya kemudian diisi hatinya dengan nur hadiyah keyakinan dan kasih sayang.

3. Bila selalu dibaca oleh seorang pemimpin,maka akan ditetapkan hatinya oleh allah dan diberi pengaruh serta kekuatan,dan patut kepadanya semua orang-orang yang dipimpinnya.

4. Jika ditulis dan digantungkan pada ujung senjata untuk menghadapi musuh dalam pertempuran,maka allah akan memecahbelahkan kekuatan musuh.

5. Jika menghadap raja yang kejam,ia akan terpelihara dari kekejamannya dan tipu dayanya.Ayat lima adalah dinding dari kejahatan manusia dan jin serta syaitan.

6. Salman Al-Farisi R.A. Berkata : "Rasulullah saw mengajaran kepadaku ayat lima kemudian beliau berkata 'Siapa yang membaca dan mengamalkannya,tuhan akan melanjutkan usianya dan mengampuni dosanya dan mudah tercapai apa yang dikehendakinya"

Keterangan ini diambil dari Tafsir Al-'Arais.
(original by eza)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar